Heboh Kades Jenar Sragen Tak Percaya Covid-19 Lalu Pasang Baliho Makian ke Pejabat

Okezone
 Okezone - Thu, 15 Jul 2021 10:06
 Viewed: 169
Heboh Kades Jenar Sragen Tak Percaya Covid-19 Lalu Pasang Baliho Makian ke Pejabat

SRAGEN - Baliho berisi makian kepada pejabat bikin geger publik Sragen. Baliho berukuran sekitar 34 meter itu terpampang di tepi jalan Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, sejak Rabu (14/7/2021) pagi.

Pada baliho itu tertera foto Kades Jenar, Samto, dengan pakaian dinasnya. Baliho itu berisi sejumlah kalimat yang disusun dengan huruf kapital berisi makian kepada kalangan pejabat.

"IKI JAMAN REVORMASI. ISIH KEPENAK JAMAN PKI. AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT. PEJABAT SING SENENG NGUBER-NGUBER RAKYAT KUI BANGS*T. PEJABAT SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE IKU KERE. PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUI B*JINGAN."

Demikian bunyi spanduk yang bikin geger publik Sragen itu. Mendapati laporan itu, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Jenar menerjunkan tim ke lokasi.

Tim terdiri atas tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Jenar, lima anggota Polsek Jenar dan tiga anggota Koramil Jenar. Saat mereka datang untuk membongkar baliho itu, Kades Jenar, Samto, juga datang ke lokasi.

Samto berusaha menghalang-halangi petugas yang akan membongkar baliho itu. Ia bahkan mengancam akan memasang baliho yang lebih banyak jika baliho itu dibongkar.

"Dia bilang, mang copot mangke kula pasang kaleh warga kula maleh [silakan dicopot nanti saya pasang bersama warga saya lagi]," ujar Kasi Trantib Kecamatan Jenar, Kardiyono, menirukan perkataan Kades Jenar, saat diwawancarai Solopos.com, Rabu.

Hasil klarifikasi yang dilakukan Camat Jenar, Edi Widodo, Samto mengakui telah memasang baliho itu. Samto mengaku nekat memasang baliho itu karena tidak percaya Covid-19.

Kades Jenar itu menyatakan peraturan yang dibuat pemerintah selama ini menyengsarakan warga karena banyak warga yang dilarang. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kades Jenar, Samto, beberapa kali melontarkan pernyataan ia tidak percaya Covid-19.

Oleh sebab itu, ia juga enggan memakai masker sampai sekarang. Saat warga desa lain dilarang mengadakan hajatan demi mencegah penularan Covid-19, ia justru menjamin warganya bisa melaksanakan hajatan tanpa gangguan.

Source: Okezone